Faktor-Faktor

Faktor-faktor yg berhubungan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas:

 

Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi yang perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas. Pedoman nasional yang ada saat ini merekomendasikan bahwa 100% ibu nifas menerima satu kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI paling lambat 30 hari setelah melahirkan. Cakupan ibu nifas yang mendapatkan vitamin A di wilayah Puskesmas Payung Rejo tahun 2009 hanya 49,24%, masih sangat rendah dibandingkan target Nasional sebesar 90%. Tidak tercapainya target dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A, kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan dan distribusi vitamin A. Hasil studi pendahuluan di wilayah puskesmas Payung Rejo, dari 10 orang ibu nifas, terdapat 80% tidak mengetahui pemberian kapsul vitamin A setelah melahirkan dan bidan tidak memberikan vitamin A pada ibu nifas sebesar 90%, karena tidak tersedianya kapsul vitamin A di puskesmas.

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas di BPS Wilayah kerja Puskesmas Payung Rejo Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010

Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di BPS wilayah Puskesmas  tembung pasar X sebanyak 135 orang, yang seluruhnya menjadi sampel penelitian disebut sampel jenuh atau sampel populasi. Metoda pengumpulan data dengan angket melalui kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi pemberian vitamin A pada ibu nifas ada 49,6 %, proporsi pengetahuan ibu nifas tentang pemberian vitamin A ada 58,5% termasuk kategori pengetahuan kurang, proporsi dukungan tenaga kesehatan ada 53,3% termasuk kategori mendukung pemberian vitamin A, proporsi distribusi vitamin A ada 54,8% termasuk kategori saat diberi ada. Ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000). Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000). Ada hubungan distribusi vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000).

Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas, dukungan tenaga kesehatan, distribusi vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Saran bagi Puskesmas agar meningkatkan upaya promotif dengan penyuluhan dan meningkatkan distribusi vitamin A pada bidan dan dokter praktek.

 

 

METOPEL

LEMBAR PERSETUJUAN

 

Diterima Dan Disetujui Untuk Dipertahankan Pada Ujian Akhir Program   Pendidikan Diploma III Kesehatan Program Studi Kebidanan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Haji Medan

 

 

 

 

 

Menyetujui

Medan,14 April  2013

 

 

                                                                      

 

Pembimbing

 

 

(Kamalia Ainun, S.Kep, Ns)

                                               

 

 

 

 

 

 
   

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

Telah Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Sidang Ujian Akhir Program

Pendidikan Diploma III Kesehatan Program Studi Kebidanan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Haji Medan

 

 

 

Medan,25April 2013

Tim Penguji

 

 

1.  Suriani, SST                                                                     ………………………

2.  Niasty Lasmy Zaen , SST                                                ………………………         

3.  Kamalia Ainun, S.Kep, Ns                                              ………………………

 

                                                   Mengesahkan :

 

 

 STIKes RS. Haji Medan                               Ka.Prodi D-III Kebidanan

                 Ketua,                                                              

 

 

 ( Hj. Masdalifa Pasaribu, SKM, M.Kes)                           (Sumiatik, SST)

 

Tanggal Sidang Akhir : 14 April2013

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada peneliti, sehingga dapat menyelesaikan  Karya Tulis Ilmiah ini yang berjudul “Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013”

Penelitian  Karya Tulis Ilmiah ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat dalam menempuh ujian  Karya Tulis Ilmiah Diploma III Kebidanan Rumah Sakit Haji Medan. Dalam penelitian  Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari tata bahasa maupun teknik penelitiannya untuk itu peneliti berharap kepada semua pihak guna memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Pada kesempatan ini tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya:

  1. Yayasan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit Haji Medan.
  2. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan  Rumah Sakit Haji Medan.
  3. Ketua Program Studi Diploma III Kebidanan STIKes Rumah Sakit Haji  Medan.
  4. Kamalia Ainun,S.kep.ns selaku Pembimbing, yang telah banyak meluangkan waktu dan tenaga dalam memberikan masukan, arahan dan idenya dengan penuh kesabaran dan ketulusan selama penyusunan  Karya Tulis Ilmiah ini.
  5. Suriani, SST Penguji I,Niasty Lasmy Zaen,SST Penguji II,Kamalia Ainun,S.Kep,Ns Penguji III, yang memberikan arahan dan bimbingan yang sangat berguna selama proses ujian  Karya Tulis Ilmiah berlangsung.
  6. Teristimewa peneliti ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ayahanda tercinta Alm.Yatiwan dan ibunda tersayang Wardani dan abg tersayang Suwardi Hermansyah,Budi Armadi S.pd dan kakak tersayang Suryani,Erlina yang telah memberikan doa dan dukungan baik yang bersifat moril maupun material sehingga peneliti dapat menyelesaikan  Karya Tulis Ilmiah ini.
  7. Seluruh rekan-rekan Mahasiswa Akademi Kebidanan STIKes Rumah Sakit haji Medan serta teman karibku: kamar 28 (novi,sinden,nurul,yuli,riska,nia,dan mentari) serta adik-adikku   yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan  Karya Tulis Ilmiah ini.

Akhir kata, peneliti ucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini, semoga mendapat balasan dan pahala dari Allah SWT serta mendapat lindungan-Nya Amin Ya Robbal alamin.

 

 

                                                                       Medan, April  2013

                                                                                   Peneliti

 

                                                                              (Suria Ningsih)

 

 


 

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN

LEMBAR PENGESAHAN                                                            

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR TABEL……………………………………………………………………………………………. iii

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………………………………………… iv

 

BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………………. …… 1

1.1  Latar Belakang……………………………………………………………………………….. 1

1.2  Rumusan Masalah…………………………………………………………………………… 4

1.3  Tujuan Penelitian………………………………………………………………………. ….. 4

1.4  Manfaat Penelitian………………………………………………………………………….. 5

BAB 2 TINJAUN PUSTAKA …………………………………………………………………………….. 6

2.1.  Cakupan………………………………………………………………………………………… 6

2.1.1.   Defenisi ………………………………………………………………………………… 6

2.1.2.   Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi cakupan ………………………………… 8

2.2   Vitamin A………………………………………………………………………………………… 9

2.2.1.  Defenisi   ………………………………………………………………………………… 9

2.3  Manfaat vitamin A……………………………………………………………………………. 10

2.4 Kekurangan vitamin A ……………………………………………………………………….. 10

2.4.1 Pengertian vitamin A……………………………………………………………………….. 10

2.4.2 Faktor-faktor resiko ……………………………………………………………………….. 10

2.4.3 Faktor individu……………………………………………………………………………….. 11

  2.4.4 Faktor geografis  …………………………………………………………………………… 13

2.4.5 Kerangka konsep penelitian ……………………………………………………….. 16

 

 

 

BAB 3 METODE PENELITIAN…………………………………………………………………………… 16

        3.1 Desain Penelitian ……………………………………………………………………………… 16

        3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian ……………………………………………………………….. 16

                3.2.1 Lokasi Penelitian……………………………………………………………………….. 16

                3.2.2 Waktu Penelitian……………………………………………………………………….. 16

        3.3 Populasi Dan Sampel………………………………………………………………………….. 17

                3.3.1 Populasi…………………………………………………………………………………… 17

                3.3.2 Sampel……………………………………………………………………………………. 17

        3.4 Definisi Operasional…………………………………………………………………………… 18

      2.5 Etika Penelitian………………………………………………………………………………….. 18

        3.6 Teknik Pengumpulan Data………………………………………………………………….. 19

        3.7 Pengolahan Data ………………………………………………………………………………. 19

3.8 Penyajian Data…………………………………………………………………………………. 19

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

                                                                                                                   Halaman                                     

Tabel 1 : Definisi Operasional…………………………………………………………………..           23

 

Tabel 2 : Data Demografi Berdasarkan Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A

                Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan

                Tahun 2013……………………………………………………………………………………… 28

 

Tabel 3 : Data Demografi Berdasarkan Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A

                Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan

                Tahun 2013……………………………………………………………………………………… 28

 

Tabel 4 : Data Demografi Berdasarkan Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A

               Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan

              Tahun 2013……………………………………………………………………………………….. 29

 

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1 : Surat Izin Penelitian Dari Pendidikan

Lampiran 2 : Surat Balasan Penelitian Dari puskesmas tembung

Lampiran 3 : Surat Selesai Penelitian Dari puskesmas tembung

Lampiran 4 : Jadwal Penelitian

Lampiran 5 : Persetujuan Menjadi Responden

Lampiran 6 : observasi

Lampiran 7 : Lembar Jawaban

Lampiran 8 : Master Tabel

Lampiran 9 : Lembar Konsul

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB 1

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Vitamin A
merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik Terdapat beberapa senyawa yang digolongkan ke dalam kelompok vitamin A, antara lain retinol, retinil palmitat, dan retinil asetatAkan tetapi, istilah vitamin A seringkali merujuk pada senyawa retinol dibandingkan dengan senyawa lain karena senyawa inilah yang paling banyak berperan aktif di dalam tubuh Vitamin A banyak ditemukan padawortel, minyak ikan, susu, keju, dan hati. Rumus kimia untuk Vitamin A adalah C20H30O.

Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (esensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

            Vitamin A merupakan proses pemberdayaan masyarakat agar tahu, mau, dan mampu mengkonsumsi sumber vitamin A alami dan suplementasi kapsul vitamin A dosis tinggi untuk kelompok sasaran bayi, balita, dan ibu nifas.

            Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat di perlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain). (Puspitorini,2008)
         Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan kesehatan mata. (Gsianturi, 2004).
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A / karotenoid mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. (Suhardjo, 2002)

Vitamin A adalah kristal alkohol yang dalam bentuk aslinya berwarna putih dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Dalam makanan vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk ester retenil, yaitu terikat pada asam lemak rantai panjang. Rumus Kimia dari Vitamin A adalah C20H30O dan mempunyai berat molekul 286.456 g/mol .

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, yang lamanya kira-kira 6 minggu (Maternal Neonatal, 2002)
Dalam masa nifas diperlukan suatu asuhan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis serta memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. Pada asuhan masa nifas yang berhubungan dengan nutrisi, ibu nifas mempunyai kebutuhan dasar yaitu minum vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melaluiASI.
Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi (Depkes RI, 2007). Vitamin A perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas. Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga meningkatkan status vitamin A pada ibu yang disusuinya.
Pada tahun 1998, badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa ibu dan bayi yang disusuinya akan mendapatkan manfaat dari pemberian satu kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) yang diberikan paling lambat 60 hari (8 minggu /2 bulan) setelah melahirkan. Berbagai studi menunjukkan bahwa, pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi (200,000 SI) seperti yang direkomendasikan sebelumnya dirasakan kurang memadai. Pada bulan Desember 2002, The International Vitamin A Consultative Goup (IVCG) mengeluarkan rekomendasi bahwa seluruh ibu nifas seharusnya menerima 400,000 SI atau dua kapsul dosis tinggi @ 200,000 SI. Pemberian kapsul pertama dilakukan segera setelah melahirkan, dan kapsul kedua diberikan sedikitnya satu hari setelah pemberian kapsul pertama dan tidak lebih dari 6 minggu kemudian.
Pedoman nasional yang ada saat ini merekomendasikan bahwa 100% ibu nifas menerima satu kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI paling lambat 30 hari setelah melahirkan. Walaupun begitu data NSS di beberapa Propinsi menunjukkan bahwa cakupannya hanya berkisar 15 – 25% saat ini, ibu nifas mungkin mendapatkan kapsul vitamin A bila mereka melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit. Walaupun begitu tidak tertutup kemungkinan ibu nifas mendapatkan kapsul vitamin A melalui kader atau bidan di desa saat mereka melakukan kunjungan rumah.
Di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, mayoritas ibu masih melahirkan dirumah, sering terjadi bahwa bidan ataupun mereka yang membantu kelahiran tidak selalu memiliki akses akan kapsul vitamin A. Selain itu kunjungan rumah oleh kader untuk memberikan kapsul vitamin A jarang dilakukan. Banyak ibu maupun petugas kesehatan yang tidak tahu mengenai adanya program pemerintah mengenai pemberian kapsul vitamin A ibu nifas (Buletin Kesehatan dan Gizi, 2004).
Menurut Data Dinas Kesehatan Metro Januari 2009, cakupan pemberian vitamin A yang paling rendah adalah di Puskesmas Tembung  yaitu 212 (30,76%) dari 689 sasaran. Untuk itu peneliti ingin mengetahui cakupan pemberian vitamin A di BPS Wilayah Kerja …………. Tahun 2009.
Berdasarkan pra survai yang peneliti lakukan pada bulan april di 3 BPS Wilayah Kerja Puskesmas …………. yaitu BPS D dengan jumlah persalinan 3, BPS F dengan jumlah persalinan 4, dan di BPS M dengan jumlah persalinan 4, ternyata dari ke-3 BPS hanya ada 2 BPS yang memberikan vitamin A pada ibu nifas.
Dari data Dinkes tentang cakupan vitamin A pada ibu nifas dan hasil pra survei pada 3 BPS di Wilayah Kerja Puskesmas …………. peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang “Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di BPS Wilayah Kerja Puskesmas …………. Tahun 2009″.

1.2  Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang diatas,maka peneliti membuat perumusan masalah tersebut sebagai berikut:Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X  Kecamatan Percut Sei TuanTahun 2013.

1.3  Tujuan penelitian

   1.3.1 Tujuan Umum

 Untuk mengetahui Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan  Tahun 2013”.

   1.3.2 Tujuan Khusus

            Untuk mengidentifikasi Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nfas di Puskesmas Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013”.

1.4     Manfaat penelitian

1.4.1   Tempat Penelitian

            Diharapkan dengan karya tulis ilmiah ini dapat memberikan informasi kepada bidan yang bekerja

            Dipuskesmas tembung pasar X dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas.

1.4.2    Bagi Peneliti

             Untuk meningkatkan wawasan,gambaran baru, serta pengalaman melakukan sesuatu penelitian

             Dan aplikasi ilmu kesehatan yang telah dipelajari diSTIKes Rumah Sakit Haji Medan

1.4.3   Bagi Responden

            Untuk menambah informasi pada para bidan agar dapat memberika vitamin A  pada ibu nifas.

1.4.4    Bagi Peneliti Selanjutnya

             Sebagai bahan masukan, tambahan dan data dasar bagi peneliti selanjutnya dalam pemberian

             Vitamin A pada ibu nifas.

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1CAKUPAN       

2.1.1    Definsi

            Cakupan adalah merupakan keseluruhan ibu yang mendapatkan vitamin A yang berdasarkan   Salah satu Pelayanan yang diberikan pada masa nifas adalah pemberian vitamin A sebanyak 2 kali. Tujuan pemberian vitamin A pada ibu nifas yaitu meningkatkan kandungan vitamin A dalam air susu ibu (ASI),  dan mempercepat pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan. Cakupan pemberian vitamin A di Tembung Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013.

2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan

        Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi yang perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas. Pedoman nasional yang ada saat ini merekomendasikan bahwa 100% ibu nifas menerima satu kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI paling lambat 30 hari setelah melahirkan. Cakupan ibu nifas yang mendapatkan vitamin A di wilayah Puskesmas Tembung tahun 2009 hanya 49,24%, masih sangat rendah dibandingkan target Nasional sebesar 90%. Tidak tercapainya target dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A, kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan dan distribusi vitamin A. Hasil studi pendahuluan di wilayah puskesmas Tembung, dari 10 orang ibu nifas, terdapat 80% tidak mengetahui pemberian kapsul vitamin A setelah melahirkan dan bidan tidak memberikan vitamin A pada ibu nifas sebesar 90%, karena tidak tersedianya kapsul vitamin A di puskesmas.

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas di BPS Wilayah kerja Puskesmas Payung Rejo Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010

Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di BPS wilayah Puskesmas  tembung pasar X sebanyak 135 orang, yang seluruhnya menjadi sampel penelitian disebut sampel jenuh atau sampel populasi. Metoda pengumpulan data dengan angket melalui kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi pemberian vitamin A pada ibu nifas ada 49,6 %, proporsi pengetahuan ibu nifas tentang pemberian vitamin A ada 58,5% termasuk kategori pengetahuan kurang, proporsi dukungan tenaga kesehatan ada 53,3% termasuk kategori mendukung pemberian vitamin A, proporsi distribusi vitamin A ada 54,8% termasuk kategori saat diberi ada. Ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000). Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000). Ada hubungan distribusi vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas (p value : 0,000).

Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas, dukungan tenaga kesehatan, distribusi vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Saran bagi Puskesmas agar meningkatkan upaya promotif dengan penyuluhan dan meningkatkan distribusi vitamin A pada bidan dan dokter praktek.

 

2.2 Vitamin A

2.1.1 Pengertian vitamin A

Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (esensial), berfungsi untuk penglihatan,pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit(Depkes RI, 2009).Vitamin A atau berdasarkan struktur kimianya disebut Retinol atauRetinal atau juga Asam Retinoat, dikenal dan dipromosikan sebagai faktorpencegahan xeropthalmia, berfungsi untuk pertumbuhan sel epitel danpengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf retina mata, makanya disebutRetinol/Retinal. Jumlah yang dianjurkan berdasarkan Angka KecukupanGizi yang dianjurkan (KGA-2004) per hari 400 ug retinol untuk anak-anak dan dewasa 500 ug retinol. Sumbernya ada yang hewani sebagairetinol dan ada juga dari nabati sebagai pro vitamin A sebagai karotin,nanti dalam usus dengan bantuan tirosin baru dikonversi menjadi retinol.Larut dalam lemak, ingat vitamin yang larut dalam lemak yaitu A D E Ktidak larut dalam air (Mansjoer, 2008).

 

2.2.2 Manfaat Vitamin A

            Manfaat Suplemen Vitamin APemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga akan meningkatkanstatus vitamin A pada bayi yang disusuinya. ASI merupakan sumbervitamin A bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya danmerupakan sumber yang penting hingga bayi berusia dua tahun. Beberapastudi menunjukkan bahwa suplemen vitamin A pada ibu nifas dapatmeningkatkan status vitamin A pada ibu nifas meningkatkan cadanganvitamin A pada bayi baru lahir hingga enam bulan pertama kehidupan,yang merupakan masa rawan. 400.000 SI sebagai dua dosis @ 200.000 SI,pemberian sedikitnya dengan selang waktu satu hari dan/atau 10.000 SIsetiap hari atau 25.000 SI setiap minggunya ((Depkes RI, 2009).

 

2.2.3 Penyebab Kekurangan Vitamin A

Kekurangan vitamin A merupakan salah satu masalah yang paling penting yang menimpa anak-anak Indonesia (Depkes RI, 2009).Kurang vitamin A atau disebut juga dengan Xeroftalmia adalahkelainan pada mata akibat Kurang Vitamin A. Kata Xeroftalmia ini diartikan sebagai “mata kering” karena serapan vitamin A pada matamengalami pengurangan, kalau diperhatikan dengan teliti bisa dilakukanoleh seorang ibu balita terlihat terjadi kekeringan pada selaput lendir(konjungtiva) dan selaput bening (kornea) mata.Untuk mengenal mata yang kering (xeroftalmia), akan lebih jelas bila terlebih dahulu dikenal mata yang sehat, dapat dilihat dari bagian-bagian organ mata sebagai berikut:

  1. Kornea (selaput bening) benar-benar jernih
  2. Bagian putih mata benar-benar putih
  3. Pupil (orang-orangan mata) benar-benar hitam
  4. Kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik
  5. Bulu mata teratur dan mengarah keluarVitamin A tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak saja,vitamin A berperan penting untuk kesehatan ibu yang baru melahirkan.Dapat terjadi xeroflatmia (bahasa latin) berarti mata kering karena terjadikekeringan pada selaput lendir (konjungtiva) dan selaput bening (kornea)dan bila ditinjau dari komsumsi makanan sehari-hari kekurangan vitaminA disebabkan oleh (Mansjoer, 2008):
    1. Konsumsi makanan yang tidak mengandung vitamin A atau provitamin A untuk jangka waktu yang lama.
    2. Menu tidak seimbang (kurang mengandung lemak, protein, seng/zenatau zat gizi lainnya) yang diperlukan untuk penyerapan vitamin A danpenggunaan vitamin A dalam tubuh
    3. Bayi tidak diberikan ASI eksklusif.
    4. Adanya gangguan penyerapan vitamin A atau provitamin A sepertipada penyakit-penyakit antara lain penyakit pankreas, diare kroni, KEP(Kurang Energi Protein) dan lain-lain sehingga kebutuhan vitamin A meningkat.
    5.  Adanya kerusakan hati, seperti kwashiorkor dan hepatitis kronik,menyebabkan gangguan pembentukan RBP (Retinol Binding Protein)dan pre albumen yang penting untuk penyerapan vitamin A.

 

2.2.4 Pentingnya/keuntungan Vitamin A Bagi Ibu dan Bayi

Dalam menanggulangi KVA (kekurangan vitamin A) di Indonesia ,khususnya pada Bayi 0-12 bulan, Departemen Kesehatan RI bekerjasama dengan Helen Keller Indonesia (HKI). Strategipenanggulangan hingga saat ini dilaksanakan melalui pemberian kapsulVitamin A dosis tinggi pada bayi, balita dan ibu nifas.Pada Balita diberikan dua kali setahun dengan dosis 100.000 IUuntuk bayi 6-11 bulan dan 200.000 IU untuk anak 12-59 bulan dan ibunifas. Saat ini Depkes bekerja sama dengan HKI melaksanakan kegiatancapacity Buliding untuk Program Vitamin A di 20 Kabupaten di 9provinsi. Disamping itu Depkes juga melakukan kerjasama dengan Unicef

untuk uji coba pemberian 2 kapsul Vitamin A dosis tinggi pada ibu nifasdi 5 provinsi binaan Unicef. Alasan pemilihan daerah fokus ini dilihat darirendahnya asupan vitamin A yang dilihat dari sampel darah.

  1. Meningkatkan kandungan vitamin A dalam ASI (Air Susu Ibu).
  2. Bayi lebih kebal dan jarang kena penyakit infeksi.
  3. Kesehatan ibu cepat pulih setelah melahirkan.

 

2.2.6 Faktor-Faktor Resiko

A. Faktor sosial ekonomi, budaya dan pelayanan kesehatan yang tidak mendukung seperti :

1) Kurang ketersediaan pangan sumber vitamin A.

2) Kemampuan daya beli yang rendah.

3) Adanya tabu atau pantangan terhadap makanan sumber vitamin A.

4) Kurangnya air bersih dan sanitasi lingkungan yang kurang sehat.

B. Faktor Individu (biologis)

1) Anak yang tidak mendapat ASI ekslusif dan tidak diberi ASIsampai usia 2 tahun.

2) Anak dengan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah).

3) Anak kurang gizi dan garis merah.

C. Faktor Geografis

1) Sulitnya ASKES ke sarana pelayanan kesehatan.

2) Daerah tandus sering rawan pangan.

3) Keadaan darurat karena bencana alam, perang dan kerusuhan.(DepKes RI, 2006)

2.2 Ibu Nifas

Ibu nifas adalah seorang individu yang sehat dan cerdas,yang telah melewati peristiwa paling penuh kenangan.Ibu adalah orang yang menjadi subjek dari suasana emosional,karena kelahiran merupakan hal yang berat.Ibu adalah orang yang ingin melihat,menyentuh dan merawat anaknya.

Ibu Nifas adalah seorang wanita yang sedang mengalami masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari yang merupakan masa pembersihan rahim.

Ibu Nifas adalah seorang wanita yang mengalami masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi,plasenta,serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu.

2.3Kerangka Konsep

      Bardasarkan uraian diatas,maka dapat dibuat kerangka konsep mengenai Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas dipuskesmas Tembung Pasar X Tahun 2012,yaitu sebagai berikut:  

 

        Variabel Independent (X)                                                  Variabel Dependent (Y)

 

           
 

Cakupan:

1.Puskesmas

 

 

 

 

 

Vitamin A

 

     
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

      Adapun desain yang digunakan peneliti adalah desain deskriptif,yaitu desain yang menggambarkan masalah penelitain yang terjadi.Dalam Karya Tulis Ilmiah ini desain deskriptif bertujuan untuk menggambarkan Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas di Puskesmas Tembung Pasar  X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013.

3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian

     3.2.1 Lokasi Penelitian

      Adapun lokasi penelitian dilakukan di Tembung Pasar X,Dengan pertimbangan memiliki jumlah populasi dan sampel yang cukup untuk dijadikan responden,belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya,lokasi tersebut dekat dengan tempat tinggal peneliti sehingga peneliti dengan mudah bersosialisasi dengan lingkungan tersebut,adanya referensi yang mendukung,waktu biaya yang didapat terjangkau oleh peneliti.

    3.2.2 Waktu Penelitian

       Adapun waktu yang digunakan peneliti pada tanggal 12-16 April dipuskesmas tembung pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013.

3.3 Populasi dan Sampel

   3.3.1 Populasi

        Adapun populasi peneliti yaitu seluruh ibu yang berumah tangga di puskesmas tembung pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013.

    3.3.2 Sampel

     Adapun sampel yang digunakan peneliti yaitu sebagian dari populasi dengan metode  random         sampling.

 

 

3.4 Definisi Operasional

     Definisi Operasional yaitu mendefinisikan variable secara operasional berdasarkan karakteristik,memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena.

     Berdasarkan kerangka konsep penilitian diatas maka defenisi operasional yang tujuannya dapat mempermudah mendefenisikan dan pengskoringan secara terperinci dapat dijabarkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Variebel Penelitian

Defenisi

Alat Ukur

Hasil Ukur

Kategori

VITAMIN A

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IBU NIFAS

 

 

 

Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi,Vitamin A perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas.

 

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, yang lamanya kira-kira 6 minggu

 

 

Observasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Observasi

Ya

 

 

Tidak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya

 

 

 

 

Tidak

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.5Etika penelitian

      dalam melakukan penelitian ini, peneliti terlebih dahulu mengajukkan permohonan kepada ketua puskesmas untuk melakukan study pendahuluan.

  1.  Lembar Persetujuan(Informed Consent)

Lembar persetujuan di berikan kepada subjek yang akan diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang akan dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi sebelum dan sesudah penelitian. Jika bersedia dijadikan responden, maka mereka diminta untuk menandatangani lembar persetujuan tersebut.

  1.  Tanpa Nama(Anonimity)

Untuk menjaga kerahasiaan responden,peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, tapi cukup dengan memberikan nomor kode pada masing-masing lembar tersebut.

  1. Kerahasiaan(Confidentiality)

Kerahasiaan informasi responden akan dijamin oleh peneliti, hanya sekelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian.

3.6  Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi disusun dan dimotifikasi oleh peneliti dengan mengaju dengan kerangka konsep dan tinjauan pustaka meliputi Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas di Puskesmas Pasar X Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2013.

3.7    Pengolahan Data

         Data yang dikumpulkan berupa jawaban dari setiap pertanyaan observasi yang akan diolah dengan langkah langkah sebagai berikut:

  1. Editing(Edit)

Dilakukan pengecekan data yang telah terkumpul, bila terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam pengumpulan data diperbaiki da dilakukan pendataan ulang dengan responden

  1. Coding(Kode)

Data yang telah diedit dirubah dalam bentuk angka,(kode)nama responden dirubah menjadi nomor responden.

  1. Tabulating(Tabel)

Untuk mempermudah pengolahan data, data di masukan dalam distribusi frekwensi

  1. Scoring(Skor)

Memberikan skor terhadap jawaban-jawaban responden pada observasi untuk penilaian Gambaran Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas.

3.8     Penyajian Data

          Hasil pengolahan data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAKALAH PRAPROPOSAL

GAMBARAN CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS

DIPUSKESMAS TEMBUNG PASAR X KECAMATAN PERCUT SEI  TUAN

TAHUN 2013

 

 

 

 

 

 

 

     SURIA NINGSIH

    10.242  

 

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

RUMAH SAKIT HAJI MEDAN

2013

 

GAMBARAN CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS

DIPUSKESMAS TEMBUNG PASAR X KECAMATAN PERCUT SEI TUAN

TAHUN 2013

Karya Tulis Ilmiah Ini Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan

 

Pendidikan D-III Kesehatan Program Studi Kebidanan

 

STIKes Rumah Sakit Haji Medan

 

 

 

SURIA NINGSIH

10.242

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

RUMAH SAKIT HAJI MEDAN

2013

 
   

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.